Perasaan Tidak Nyaman
Sebagai perempuan, sudah hal yang umum jika mengalami perubahan suasana hati yang disebabkan oleh perubahan hormon. Akupun sudah tahu akan hal itu dan sudah tidak lagi bersikap berlebihan atas gejolak yang terjadi dalam diriku. Ketika Aku mulai memasuki emosi negatif, disaat itu juga kadang diriku yang lain mengingatkan untuk mengendalikan diri agar tidak terjun bebas dalam lautan emosi negatif. Sayangnya, setelah beberapa kali Aku mengevaluasi diriku, Aku masih sering tidak sadar bahwa sebenarnya Aku sudah tenggelam dalam emosi negatif itu. Padahal Aku sudah sangat paham bahwa hormon berperan penting dalam keputusan itu dan Aku juga dibekali otak oleh Allah agar Aku bisa mengendalikan diriku, tapi ternyata, sesuatu yang tidak terlihat itu memang sulit untuk dikendalikan.
Begitu pula takdir Allah. Sudah berulang kali Allah mengingatkan bahwa segala sesuatu yang terjadi di langit dan bumi ini sudah ada ketetapannya dan sudah pasti akan terjadi ketika masa nya telah datang. Namun karena masa itu tidak bisa kita lihat dengan nyata kapan pastinya kedatangan takdir tersebut, sehingga seringkali membuat kita merasa putus asa dan menyalahkan hidup. Andaikan kita bisa melihat kapan jadwal kita mati, tentu kita akan bersantai-santai dulu sampai waktu yang pas, baru kemudian ngebut mengejar target pahala. Seperti saat bulan Ramadan, sudah tahu nih bulan Ramadan berakhir tanggal sekian, target khatam quran ah. Diawal, menggebu, begitu sudah dirasa dapat banyak, lengah, santai-santai sampai ngga terasa tiba-tiba sudah akhir Ramadan. Begitu sadar, sudah terseok-seok mengejar target dan ternyata tetap ngga sampai karena keburu hari raya. Menyesal? Tentu. Bisa diperbaiki? Bisa. Karena masih di dunia. Coba kalau itu tadi adalah gambaran kehidupan akhirat. Begitu habis masa hidupnya, selesai. Tidak ada yang bisa diperbaiki atau diulang. Apakah kehidupan seperti itu yang kita inginkan? Semoga tidak.
Perjalanan panjang sebelum kematian seringkali dihiasi oleh berbagai macam permasalahan yang membuat kita lengah bahkan kufur terhadap nikmat Allah. Pasangan yang tidak sesuai harapan, keluarga yang menyudutkan, teman yang menjatuhkan, bahkan orang asing yang tidak sabar berkomentar, hal-hal itu yang semakin hari-semakin mengikis rasa syukur kita jika kita tidak menyadarinya. Perasaan tidak nyaman karena berada dikelilingi hal-hal tersebut seringkali membuat kita hanya fokus pada apa yang terjadi, bukan apa yang sedang Allah tunjukan pada kita.
Mungkin kali ini Aku sadar, makanya Aku bisa menulis catatan ini. Semoga Aku selalu diberi petunjuk oleh Allah, Rabbku. Diberi cahaya keimanan dan keyakinan atas kehidupan akhirat yang kekal abadi. Lakukan kesalahan sekali, evaluasi, perbaiki, dan jadilah ahli mengendalikan diri.
-hamba Allah yang sedang merasa tidak nyaman-
Komentar
Posting Komentar